Berawal dari satu pertemuan
Semuanya berawal dari pertemuan tak terduga di jalanan Pulau Dewata: seekor anjing ras, luntang-lantung, tanpa pemilik. Awalnya kami mengira ia hanya kabur atau terpisah dari rumahnya. Akan tetapi, semakin ditelusuri—sebagian melalui konten warganet yang muncul di media sosial—makin terbukalah fakta yang menggetarkan hati.
Ternyata, banyak anjing dan kucing dilepasliarkan begitu saja oleh orang-orang yang tak lagi sanggup merawatnya: bule yang harus kembali ke negaranya, keluarga yang rumahnya tak lagi muat menampung anabul baru, sampai pasangan yang berpisah tanpa ada yang bersedia mengambil hak asuh.
Masalah yang lebih besar dari satu ekor anjing
Makin hari, kami memperoleh gambaran yang makin luas: persoalan overpopulasi anjing dan kucing terlantar yang terus bertambah. Di tengah itu, ada pahlawan-pahlawan tanpa tanda jasa—shelter, rescuer, dan individu—yang menyelamatkan hewan-hewan tak bertuan dengan memberi tempat singgah sementara, makanan, bahkan vaksinasi secara cuma-cuma.
Dari obrolan dengan para pecinta hewan, satu kesenjangan mulai terlihat jelas: belum ada platform terintegrasi yang aman dan terpercaya untuk mempertemukan calon pengadopsi (adopter) dengan hewan yang membutuhkan rumah. Sementara di sisi lain, para penyelamat kewalahan mencari keluarga baru yang benar-benar bertanggung jawab bagi anabul yang mereka selamatkan.
Ada keresahan lain yang sulit diabaikan. Di tengah maraknya praktik jual-beli hewan, begitu banyak anabul yang sama-sama lucu dan butuh kasih sayang justru terabaikan—bukan karena tak layak, tapi karena kurangnya kesadaran dan informasi tentang keberadaan mereka. Pencari hewan rumahan memilih membeli dari breeder atau pet shop karena itulah tempat yang mereka tahu. Sementara shelter atau pemilik pribadi yang mencarikan rumah baru bagi anabul asuhannya belum terlalu familier bagi mereka.
Dari sanalah, AdopsiKu hadir
Berangkat dari kesenjangan itu, AdopsiKu hadir sejak April 2026. Kami tidak mengklaim menjadi pemecah masalah yang komprehensif. Kami mencoba berkontribusi pada kebutuhan intinya: mempertemukan hewan yang butuh rumah, calon adopter, dan para penyelamat—baik itu shelter, rescuer, maupun individu yang sedang mencari pemilik baru untuk anabulnya.
Cara kerja AdopsiKu
-
1
Temukan hewan yang siap diadopsi di AdopsiKu.
-
2
Isi formulir adopsi. Permohonanmu kami tinjau terlebih dahulu, lalu kami hubungkan dengan penyelamat yang merawat hewan tersebut—shelter, rescuer, atau pemilik pribadi.
-
3
Lakukan pendekatan untuk menemukan kecocokan antara kamu dan calon hewan adopsi.
-
4
Jika cocok, kamu siap membawa sahabat barumu pulang.
Gratis di AdopsiKu
AdopsiKu tidak memungut biaya apa pun—baik dari adopter maupun dari penyelamat. Menelusuri, mengajukan, dan terhubung lewat AdopsiKu selamanya gratis.
Yang perlu kamu tahu soal biaya adopsi:
- Adopsi dari pemilik pribadi: sepenuhnya gratis.
- Adopsi dari shelter: shelter dimungkinkan meminta penggantian biaya perawatan (misalnya medis, makanan, dan tempat singgah) secara transparan dan atas kesepakatan. Ini bukan harga jual, bukan keuntungan, dan bukan biaya untuk AdopsiKu. Penggantian biaya berlangsung langsung antara kamu dan shelter.
AdopsiKu dijalankan secara nirlaba sebagai inisiatif sosial—kami tidak mencari keuntungan. Untuk saat ini, seluruh kebutuhan operasional kami (website dan media sosial) dikelola oleh tim relawan dan didukung pendanaan pribadi.
Mulai sekarang
Sahabat terbaikmu mungkin sedang menunggu. Lihat hewan yang siap diadopsi di AdopsiKu sekarang.
Ingin bekerja sama dengan AdopsiKu—sebagai shelter, rescuer, atau individu yang mencari rumah baru untuk anabul? Daftarkan lewat formulir di sini.